Tampilkan postingan dengan label adina's Family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adina's Family. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Juli 2017

Mengintip Keindahan Kebun Teh Gucialit, Lumajang

Setelah destinasi liburan pertama (baca disini: puncak B29) bisa aku datangi dengan lancar. Keesokan harinya kuputuskan untuk istirahat terlebih dahulu. Kemudian 2 hari setelah dari B29, aku mengajak si mas lagi buat ke list liburanku selanjutnya, yakni kebun teh gucialit.

Menceritakan tempat ini membuatku terjebak nostalgia (eeeaaaakkkk, lol). Jadi, aku tau tempat ini dari google, waktu ayah tak ajak kesana ngga mau karena takut jalannya kelok-kelok. Terus ada temen yang udah pernah kesini dan bilang bagus, jadi siapa yang ngga tergoda buat kesiniii???? di google juga fotonya bagus bagus. Mas sendiri belum pernah sampe ke kebun teh nya, si dia cuman pernah lomba bulu tangkis didaerah itu dan pulang dibawain daun teh kering yang siap diseduh buat minuman teh dirumah.

Mas njemput ke rumah tempat aku nginap sekitar jam 7 pagi dan kita pun berangkat. Gucialit sendiri lebih dekat dijangkau dari arah kota Lumajang, sampai digerbang kawasan pabrik teh nya itu sekitar 45 menit saja karena jalannya ternyata ngga sehoror yang aku bayangkan (efek habis melewati jalan off road waktu ke B30). Aspalnya mulus, jalannya lancar, dan pemandangannya bagus.

Pabrik teh Gucialit, Lumajang
Sampai dipabrik ini, rasanya perjalanan destinasi wisata kali ini lancar-lancar aja. Tapi, aku belum lihat kebun tehnya. Awalnya si mas ngikutin jalan aja, dan disinilah perjuangannya dimulai, ternyata jalanan kebun tehnya ngga aspal-an geeengs, jalan bebatuan yang nanjak dan kelok kelok juga, terus motor yang dibawa mas adalah motor bebek wkwkwkwk. Beeehhh dikit dikit turun dari motor, ndorong motor, naik lagi, terus mesinnya mati, gituuuu terus sampai ngga terasa kita udah tinggi aja diatas bukit.


Sadar tujuan kita sebenernya ngga jelas. Mas akhirnya tanya sama warga sekitar dimana biasanya tempat orang buat foto-foto itu atau tempat kebun teh yang dijadikan destinasi wisata. Ngobrol sana sini, dan pada akhirnya sampailah pada satu kesimpulan bahwa kita salah jalaaaannnn!!!!!! Oh meenn, padahal nyampe sini udah perjuangan banget naik turun motor, ndorong, jalan kaki, gitu teruuussss. Yaudah, kita puter balik dan memilih ke jalan yang benar. Sampailah kita pada spot pertama, air terjun dikawasan kebun teh gucialit.

Air terjun dikawasan kebun teh gucialit

Sungai sebagai aliran dari air terun
Sampai sinipun rasanya aku udah seneng, aku udah tau bentuk kebun teh itu kayak gimana dan udah ketemu air terjun yang keliatan banget segernya. Tapi, tanya-tanya orang diparkiran motor itu bilang kalau ada spot puncak kebun teh gucialit yang jaraknya sekitar 10 km dari air terjun tapi jalannya bebatuan dan menanjak. Rasanya pingin kesana tapi melihat motor yang kita bawa ngga memungkinkan, rasanya aku udah ikhlas kalau harus pulang aja. Tapi, mas bilang coba dulu dek, nanti kalau emang ngga bisa yaudah balik. Cuusss deh

Benar saja, perjalanan bener bener ngalah-ngalahin off road di B29 kemarin. Tapi, kanan kiri pemandangan kebun teh yang sejuk bikin seneng aja gitu rasanya. Tiap kita papasan sama orang ditengah perjalanan, kita selalu tanya masih jauh? dan semuanya bilang "masih jauh". Its oke, kita mah modal nekat dan semangat!!!!! hahaha

Sekitar 20 menit kita bergejolak dijalanan, mas memutuskan buat istirahat. Bener-bener melelahkan hahaha. yaudah kita foto foto dulu.

Kebun teh gucialit
Motor bebek super strong
Pemandangan selama diperjalanan
Selama kita foto-foto, mas sadar kalau diatas sana tampak gubuk kecil gitu. Gara-gara lihat itu, niat awal kita untuk mengakhiri perjalanan akhirnya terpacu untuk melanjutkan perjalanan lagi sampai kita bisa nyampe gubuk itu. Gaspooolllll....

Entah kekuatan darimana waktu itu aku sama mas akhirnya bisa sampai dipuncak kebun teh gucialit yang ketinggiannya sekitar 1400 mdpl dengan motor bebek, jalan berbatuan dan menanjak. Alhamdulillah

Keindahan hakiki

Puncak kebun teh gucialit. 1400 mdpl

Alhamdulillah, list liburan kedua juga sudah tuntas. Saranku sendiri kalau kalian pengen liburan kesini, bawalah motor trail yang kuat untuk melewati jalan jalan berbatuan dan penuh tanjakan. Dan yang terpenting, jagalah kebersihan yaaaaa. Sampai jumpa diliburan selanjutnyaaaa.

Explore Pantai Malang Selatan

Its a quite late post but late is better than never, right? hahaha

Okeee, jadi tahun lalu itu kan banyak banget long weekend dan saking banyaknya sampe bosen libur dirumah terus atau kalau ngga gitu ngemall. Akhirnya, tercetuslah rencana liburan sekeluarga. Ibu ngusulin ke banyuwangi tapi karena kejauhan dan ayah ngga sanggup kalau harus nyetir sendirian jadi akhirnya rencana awal gagal deh dan berbelok arah ke pantai-pantai di daerah malang selatan.

Lagi. ayah ngga berani nyetir, takut jalannya kelok-kelok macem pegunungan gitu, jadi akhirnya nyari supir. Yaaa you know-lah susahnya nyari supir disaat long weekend, tapi akhirnya dapet (alhamdulillah) walau cuman bisa sehari. Yasudahlah gapapa, yang penting bisa refreshing!!!!

Dimulailah perjalanan dari Surabaya, waktu itu ada tol surabaya pandaan yang masih fresh baru dibuka, beehh norak banget lewat situ berasa lewat jalan yang membelah bukit. Karena masih baru, jadi masih sepi. Kanan kiri pemandangannya banyak keliatan gunung gitu. Bagus juga yaaa.

Pemandangan selama perjalanan
Sampai dimalang kota, aku kira ngga jauh dari situ tapi nyatanya perjalanan masih jauh. Jalan mulai ngga enak, apalagi aku duduk paling belakang tempat ban njendal njendul, mulai deh kepalaku ngga bersahabat, pening melanda, minum antimo ngga mempan. Yang ada cuman pikiran ini kapan nyampenyaaaa :((((

Perjalanan cukup melelahkan dan akhirnya sampai juga didestinasi pertama. Pantai sendang biru, terus kita nyewa perahu untuk nyebrang ke pulau sempu. Dipulau sempu ini, kita ngga sampe kedalam, cuma dibibir pantai aja. Kalau mau bangun tenda kayak di foto-foto instagram kebanyakan itu, harus lapor dulu ke pos sebelum nyebrang, terus naik perahu nyebrang laut dikit sekitar 10 menit, ditambah jalan kaki (katanya) sekitar 30 menit.

Lets photos talk then ....

Perahu perahu nelayan berjejer
Beningnya air dan hijaunya pulau sempu. Diambil dari atas perahu
Bibir pantai pulau sempu
Keindahan yang hakiki
Tampak pulau jawa dan pulau sempu. Subhanallah
Sampek disini, rasa pusing dan mualku karena perjalanan yang kurang bersahabat lupa sudah. Serius, indah banget, bersih banget, airnya jernih banget. Semoga tetap terjaga yaa kelestariannya, tetep bersih, tetep indah, ngga ada tangan-tangan jahil ngga bertanggung jawab yang suka buang sampah sembarangan. Ammiinnn

Selesei dari pulau sempu, kita balik lagi nyebrang ke pulau jawa hihihi dan melanjutkan destinasi wisata selanjutnya yaitu ke pantai goa cina. Jaraknya ngga jauh, sekitar 15 menitan aja. Tapi, pantai goa cina kan sudah banyak yang tau jadi waktu kesini juga lumayan rame wisatawan yang lain. Di pantai goa cina, ombaknya gede banget, khas karakteristik ombaknya pantai selatan. Jadi, aku ngga berani mendekat sedikitpun ke air laut.

Ibu

Hayoo aku yang mana?
Dari pantai goa cina, kita lanjut ke pantai watu leter. Dipantai watu leter ini, aku mengambil kesimpulan bahwa sebenernya pantai-pantai di malang selatan ini tinggal kita susuri aja jalannya, pasti ketemu pantai beraneka ragam. Kenapa? pantai goa cina dan pantai watu leter literally sebelahaaannn, cuman 5 menit, bahkan jalan kaki kalau mau yaa bisa hehehe.

Walaupun pantai satu dan lainnya berdekatan, tiap pantai punya khas nya masing-masing. Diawal tadi, pulau sempu bak perawan banget pantainya, airnya tenang, bersih, warnanya hijau kebirauan, pasir pantainya bener-bener halus, bikin jatuh cinta pokoknya.

Terus lanjut ke pantai goa cina ini, ombaknya besar bahkan sampe bergemuruh, ada dua sisi pantai, sisi satunya tempat ibuku foto itu minim pasir, sedangkan sisi lainnya banyak pasir putihnya. Kenapa dinamakan pantai goa cina? karena disini ada goa kecil gitu diatas karang yang ngga seberapa tinggi, konon katanya dulu ada petapa dari cina yang bertahun-tahun bertapa didalam goa itu sampe meninggal. 

Dan yang ketiga ke pantai watu leter. Mungkin dinamakan pantai watu leter karena watu yang berarti batu dan leter yang artinya datar. Yap, disini ada satu tebing yang berujung datar. Terus disini juga banyak batu-batu gitu. Walaupun deket banget sama pantai goa cina, pantai watu leter ini minim banget pengunjungnya jadi berasa banget kayak private beach wkwkwk. Ombaknya juga lebih tenang, dan airnya juga cukup jernih.

Panorama pantai watu leter


Bebatuan di pantai watu leter
Selesei memanjakan pandangan di tiga pantai, kita langsung ngelanjutin perjalanan ke pantai selanjutnya. Maunya ke pantai gatra yang terkenal dengan pasir pink nya dan katanya bisa snorkling, tapi kata orang setempat kalau mau ke pantai gatra harus jalan kaki dulu, dan bisa jadi jalannya becek dan licin karena hujan. Pupus sudah deh list pantai gatra, yaa semoga next time bisa kesini yaaa.

Gagal ke pantai gatra, akhirnya kita ke pantai batu bengkung. Selama perjalanan nyari pantai ini, kita nyasar jalannya. Jalannya super sepi, aspalnya keliatan masih baru, banyak gunung-gunung kayak diteletabis gitu, sayang ngga bisa muat difoto padahal indah bangeeettt. Tanya sana sini, akhirnya sampai juga ke pantai batu bengkung.

Jalanan menuju pantai batu bengkung

Pantai batu bengkung
Well, as you can see, pantai batu bengkung memiliki karakteristik dua batu besar yang melengkung menyerupai lengkungan lambang omega. Ombak yang tinggi dan bergemuruh tiap menabrak tebing itu bikin bergetar sendiri mengingat betapa besar kuasa Tuhan pencipta alam semesta ini dan betapa kecilnya kita sebagai manusia.

Ngga lama ada di pantai ini karena hujan tiba tiba turun jadi yaudah langsung balik pulang ke Surabaya. Sebenernya masih banyak pantai-pantai di malang selatan, contohnya pantai clungup, wonogoro, ngliyep, bantol, ngantep, tiga warna, sendiki, dlllll. Tapi yaa Alhamdulillah, masih bisa quality time sekeluarga full. Semoga lain waktu bisa liburan full team sesering mungkin hehehe

Ranu Pani, Sebuah Danau di Awal Pendakian Gunung Semeru

Ngeblog sekarang itu moodnya bener bener up and down. Nah, mumpung sekarang mood ngeblognya lagi up upnya. dan lagi liburan idul fitri dan nganggur, yaudah sekalian melepas rindu sama blog yang udah setahun ngga ada apdetan baru satupun. Well, aku rasa sekarang udah banyak aplikasi aplikasi baru yang lebih praktis (read: instagram contohnya) yang tinggal pilih foto, edit dikit, klik share dan beres sudah. Sedangkan, kalau aku pingin ngeblog, aku harus buka laptop, karena aku udah pernah nyoba ngeblog lewat hp dan entah kenapa "feel" ngeblog-nya ngga dapet gitu dan alasan utama adalah jari jempolku capek ngetik wkwkwk

Hmmmm okee sebenernya setahun belakangan ini hidupku udah kayak roller coaster. Dimulai dari awal tahuan lalu memulai perjuangan proposal skripsi, lanjut skripsi, sidang, dan akhirnya wisuda di awal tahun ini (alhamdulillaahh, aku sudah sarjanaaa). Tapi, ya gitu, fase hidupku sebagai anak kuliahan belumlah berakhir karena masih ada masa koas aka pendidikan profesi aka dokter gigi muda. Yaa teman teman, mohon doanya semoga fase hidupku sebagai anak koas tidak berlangsung lama, cepat diambil sumpah, dan pake jas snelli, amin yaAllaaahhhhh.

***
Sesuai judulnya, aku mau cerita tentang pengalamanku sekitar 1,5 tahun yang lalu. Waktu itu liburan idul fitri lumayan panjang, jadi bisa berlibur didesa lumayan lama. Desaku ada di kabupaten Lumajang, sebuah desa tempat bernaungnya gunung tertinggi di Pulau Jawa, apalagi kalau bukan Gunung Semeru.

Si mas sepupu udah pernah nyampe puncaknya. Mengingat aku dan adek ngga memungkinkan untuk mendaki, karena kita sadar ngga bakal kuat naik gunung, jadi si mas cuman ngajak ke ranu pani, sebuah danau di awal pendakian gunung semeru.

Ranu pani sendiri merupakan objek wisata yang masuk dalam kawasan taman nasional bromo tengger semeru. Sebuah danau yang menjadi titik akhir kendaraan bisa diparkir, dan tempat melapor jika ingin melakukan pendakian gunung semeru. Jalan menuju ranu pani ini sudah cukup baik kata mas sepupu dibanding dulu waktu mas mendaki. Sebagian jalan sudah diaspal walau masih ada beberapa bagian yang masih jalan bebatuan. Oh iya, aku berangkat dari daerah Tempeh, Lumajang dan sampai di Ranu pani kurang lebih 1 jam.

Jalan menuju ranu pani. Kiri jurang, kanan tebing.
Banyak kendaraan ginian bawa rumput
Jalan berkelok-kelok nan tajam, kadang ban mobil belakang nggeser nggeser kena kerikil, beehhh seru seru ngeri juga kalau inget wkwkwk tapi akhirnya kita sampai di ranu pani. Satu hal yang pertama kali keluar dari bibir waktu turun dari mobil, oh meeennnn duiiingiiinnn bangeeeetttttt!!!!!!

Kabut diantara penjual makanan
Katanya, suhu diranu pani ini berkisar -4 sampai 25 derajat celcius, jadi pantes aja dingin banget. Nyampe sini, kita sholat dan makan. Waktu nyopot sendal buat wudhu, subhanallah lantainya kayak nginjek freezer kulkas, dan air wudhunya ngga ada bedanya dinginnya kayak es batu.

Selesei sholat, kita makan dulu karena hawa dingin bikin laper. Semangkuk indomie rasanya nikmat banget bahkan kurang, dan aku nambah semangkuk bakso. Laper, dingin, dan makanan hangat berkuah, hmmm nikmat mana yang aku bisa dustakaaannnn. Karena perut sudah full, saatnya mendekat ke ranu pani.

Wajah tidak terkontrol karena dingin
Rerumputan aneka warna. Surely, lihat langsung lebih keren banget






Konon katanya, berdasarkan artikel yang aku baca, zaman dahulu di ranu pani ini bersalju tipis. Tapi sayangnya sekarang sudah engga. Terus luas danau ini sekitar 1 hektar tapi sayangnya saat ini berkurang menjadi sekitar 0.75 hektar karena proses sedimentasi yang cepat. Yaaa semoga ranu pani ini tetap lestari sampai nanti. Amin

Selasa, 17 November 2015

Penyuluhan Anak Jalanan dan Bakti Sosial 2015

Tahun lalu, acara ini juga aku lakukan, baca postingannya disini. Bedanya, tahun lalu aku diposisi staff penyuluhan, tahun ini (alhamdulillah) diberi kepercayaan buat jadi kepala divisi penyuluhan. Penyuluhan anak jalanan ini merupakan salah satu dari 7 proker yang ada di divisi yang aku naungi.
Acara ini sebenernya udah beberapa bulan yang lalu tapi baru sempet ngeshare sekarang. Awal tahun 2015, proker penyuluhan emang numpuk diawal tahun, mulai dari penyuluhan anak jalanan, hari tanpa tembakau sedunia, dan hari anti narkotika internasional.

***
Sempet kebingungan mau dimana penyuluhan ini dilakukan, akhirnya dengan segala pertimbangan dari sekian banyak list tempat perkumpulan dan rumah singgah anjal, kami memutuskan untuk mengadakan penyuluhan di "Kampung Anak Negeri" milik dinas sosial kota Surabaya.


Di UPTD kampung anak negeri ini, anak jalanan dari berbagai tempat dibina disini. Jenjang umurnya mulai SD sampai SMP. Kegiatan mereka disini selain sekolah formal, ada juga pengembangan bakat dan minat, masak-masak, dan ngaji. Positif banget deh jadwal mereka disini, salut sama kampung anak negeri ^^

Di awal acara, kami disambut dengan perwakilan dari dinas sosial kota Surabaya yang mengucapkan terimakasih dan menjelaskan sedikit mengenai struktur dinas sosial dan beberapa UPTD yang dinaungi oleh dinsos kota surabaya.


Setelah itu, acara penyuluhan pun dimulai. Penyuluhan ini tentunya beda dengan penyuluhan yang biasa kami lakukan ke sekolah atau ke mahasiswa. Disini tiap 5 anak dibentuk kelompok kecil dengan satu pendamping kelompok dan 2 anak siswa binaan UK Mapanza Unair dari SPAIN SMKN 10 Surabaya. Selain kami menyuluh adik-adik dari kampung anak negeri, kami juga melatih siswa binaan kami dari SPAIN menjadi mapanza cilik yang langsung terjun ke masyarakat.

Kelompokkuuu
Oh iya, disini aku sempet berbincang sama adek yang namanya ketut, dia bilang selama di UPTD ini, dia mengembangkan minatnya dalam bersepeda dan akhirnya ia menjadi atlet sepeda dan jangan ditanya berapa jumlah pialanya. Hebat bukan? tiap anak itu emang udah dilahirkan dengan passion masing-masing, tinggal ngembangin dan moles aja pasti jadi joss!

***
Dari hasil penyuluhan itu, mayoritas dari mereka (selama dijalanan) pernah ditawari merokok, dan obat-obatan terlarang. That's why mapanza sebagai suatu UKM yang bergerak aktif dalam bidang pencegahan penyalahgunaan NAPZA merasa terpanggil untuk memberikan penyuluhan kepada mereka. Selain penyuluhan yang dilakukan dengan kelompok kecil, ada juga penyuluhan yang mengilustrasikan bahaya rokok bagi tubuh. Ilustrasi tersebut dijelaskan melalui aksi story telling yang aku sendiri ngeliatnya terpanah ulalaaaa

Ditengah aksi story telling itu, salah satu anak mapanza memperagakan rokok yang disulut dan asapnya dimasukkan kedalam suatu botol minum bening yang diibaratkan sebagai tubuh manusia. Setelah asap rokok terakumulasi dalam botol, kapas bersih ditaruh dimulut botol dan ternyata kapas tersebut setelah dilepaskan memberikan flek coklat kehitaman yang menjijikkan. Pesan dari ilustrasi ini adalah bayangkan jika botol bening tersebut itu paru-paru manusia, maka kebayang ngga sih gimana flek tebal yang menempel didalam paru-paru dan menghambat oksigen buat masuk ke tubuh?

Disela-sela acara inti tersebut, kita juga ada agenda buat ice breaking berupa games yang diikuti secara aktif sama adik-adik disana. Diakhir acara juga ada pembagian sedikit bingkisan buat mereka. Seneng deh bisa bareng sama mereka walaupun cuma sehari. Semoga ini bukan akhir pertemuan kita yaa tapi awal silaturahmi kita.







***

Selesei acara dari kampung anak negeri, kami tidak beranjak pulang. Kami menyempatkan untuk menyisihkan sisa dana usaha selama persiapan acara ini untuk dishodaqohkan ke panti asuhan yang berdekatan dengan kampung anak negeri.


Bahagianya hari itu bisa sedikit berbagi dengan sesama. Bangganya punya keluarga kedua kayak mapanza.

Tetap semangat menebar manfaat untuk sesama ^^
Thanks for reading 

Rabu, 01 Januari 2014

Tentang 2013 dan Selamat Datang 2014

2013 finally ends! Ibarat buku diary, buku diary untuk tahun 2013ku sudah habis dan saatnya membuka lembar baru tahun 2014 yang bersih dan semoga bisa menjadi lebih baik, lebih baik, lebih baik, dan lebiiiih baik. amin

Terimakasih 2013.
Terimakasih telah memberiku sahabat sebaik, sekompak, segila, se se se semuanyaaa ada di mereka.



Terimakasih 2013 sudah membawaku pada titik akhir kepuasan dengan kata LULUS setelah perjuangan tiga tahun yang sama sekali jauh dari kata mudah.


Terimakasih 2013 sudah membawaku untuk semakin dekat mewujudkan mimpi membahagiakan orang tua walau sempat ragu diawal tapi restu orang tua menguatkanku.



Terimakasih 2013 telah membawa keluarga kecilku bangga pada apapun yang kami miliki.


Terimakasih 2013 telah menguatkanku, memberiku banyak pelajaran, cobaan, mempertemukanku dengannya, menunjukkan padaku mana yang memang baik tulus dari hati dan mana yang baik untuk hal tertentu saja.

Terimakasih 2013 telah mengajarkanku menjadi sosok yang tangguh, kuat, tanpa harus banyak bergantung pada orang lain dengan agenda OSPEK selama kurang lebih 3 bulan.


Terimakasih 2013 telah mempertemukan aku dengan orang-orang luar biasa dan beruntung.

CEMENTUM 2013. Image from PSMKGI's group.
Terimakasih 2013 telah mempertemukanku dengan dunia postcrossing. Akses keliling dunia tanpa harus keluar banyak biaya :)


Terimakasih 2013 telah membawaku ke umur 18, alhamdulillah.



Terimakasih 2013 telah mengantarkanku untuk memiliki KTP, SIM A, dan SIM C. Alhamdulillah


Terimakasih 2013 telah mempertemukan aku dengan mereka mereka yang peduli penyalahgunaan NAPZA dan penyebaran HIV/AIDS


Terimakasih 2013 telah mempertemukan aku dengan banyak orang yang datang sesaat kemudian pergi, kemudian datang lagi, pergi lagi, dan seterusnya.

Terimakasih 2013 yang telah mempertemukan aku dengan kamu walau akhirnya harus berpisah, semoga memang ini yang terbaik untuk kita masing-masing. Terimakasih telah mengajarkanku bagaimana menjadi dewasa tanpa harus menjadi "tua". Aku banyak belajar dari kepribadian dirimu.

Most memorable moment for 2013 is when I was sooo happy cause I was accepted on faculty that my mom wanted me to be. Wish I could survive for 5 years amin.

Happy new year everybody! Wish 2014 could bring everything being much much much better better better and better. amin

Cukup sekian dulu. Thanks for reading. Good night