Tampilkan postingan dengan label Seputar Surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Surabaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 November 2015

#ExploreSurabaya Museum BI (Bank Indonesia)

*usap sarang laba-laba diblog*
halo teman-teman, akhirnya aku muncul lagi. Yaa alhamdulillah hampir 7 bulan ngilang dari blog karena ngga nyempetin waktu buat mbuka, sempet lupa password juga, dan segudang alasan lainnya tapi akhirnya hari ini mood ngeblog lagi tinggi setinggi gunung semeru *apasih*.

Gimana kabar kalian? Alhamdulillah, aku baik bahkan sangat baik. Segudang aktivitas sudah aku jalani *ceilah, sok sibuk* dan syukurlah kesehatan masih fit cuman kemarin sempet kena muntaber hiks hiks.

Well, semenjak ada kekasih, hobi jalan-jalan untuk mengeksplor tempat-tempat baru makin meningkat karena dia juga seneng jalan-jalan (+ makan). Semenjak ada dia juga, berat badanku naik karena aku ketularan seneng makan, diajak wisata kuliner kesana kemari. Kayaknya emang bener yaa kalau "love is growing fat together" dan "tingkat kebahagiaan itu sebanding sama berat badan". ulalaaaaa hahahaha

Salah satu tempat yang pernah kita kunjungi adalah museum BI (Bank Indonesia) atau biasa dikenal sebagai Museum De Javasche Bank. Aku dapet rekomendasi tempat ini dari adik yang udah duluan ngunjungi tempat ini.

Pintu masuk museum
Museum ini terletak di jalan Garuda no. 1, deket banget sama jembatan merah plaza (JMP) dan museum house of sampoerna yang juga udah pernah aku ceritain disini. Didalam museum ini, kalian bisa dapet banyak ilmu pengetahuan baru seputar sejarah perbankan di Indonesia, mesin-mesin yang berhubungan dengan uang, galeri dokumentasi bank Indonesia, dll dengan tarif masuk Rp. 0. Keren kan? Gratis plus nambah wawasan baru. Yuk cusss kesini teman-teman!!!!

Galeri dokumentasi bank Indonesia yang dipajang dengan rapi
Mesin uang

mesin untuk memusnahkan uang
Etalase uang rupiah mulai dari zaman dahulu kala
Anak TK mau mbuka brankas wkwkwk


Museum BI ini sendiri terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama yaa kurang lebih gambarannya foto-foto diatas. Dilantai satu ini ada beberapa sekat ruangan dengan pintu yang sangat tebal. Nuansa dari museum ini sangat kental dengan gedung zaman dahulu. Walaupun gitu, gedung museum ini bener-bener keliatan masih bagus, terawat, dan bersih jadi nyaman banget buat dikunjungi. Dilantai satu ini juga ada semacam lorong berbentuk U. Tepat ditengah lorong tersebut, ada semacam pintu brankas yaa mungkin dulu dibuat nyimpen duit, mungkin loh yaa hehe

Dilantai dua, ada semacam ruangan yang cukup luas tanpa sekat mirip kayak aula gitu dengan arsitektur yang indah. Selain itu, ada juga kayak ruang tamu sama sekat-sekat loket yang entah dulu buat apa. Sedangkan dilantai tiga, cuma ada ruangan yang tepat dibawah atap, kata bapak penjaga museum tersebut, ruang ini biasanya dibuat mahasiswa ITS buat melihat struktur bangunan dari museum ini.

Aula lantai dua
Menurutku pribadi sih, museum ini udah good enough lah yaa dan lumayan buat ngisi waktu luang dan nambah wawasan terutama tentang perbankan. Tata letak koleksi museum juga udah cukup bagus. Buat kalian yang di Surabaya dan buntu bingung mau kemana lagi, yuk cuss ke museum ini!!!!

Cukup sekian dulu. Sampai jumpa di #ExploreSurabaya berikutnya. Thanks for reading. Have a nice day  ♥♥♥♥

Rabu, 29 Oktober 2014

Artphoria SMADA FIESTA (DAF) 2k14

Jumat, 24 Oktober 2014
Butuh pemikiran cukup panjang untuk akhirnya memutuskan aku datang di acara pensi sekolah kece di Surabaya ini hahaha. Yap, tanggal segitu adalah minggu-minggu UTS tapi dengan cukup nekat aku dateng. Setahun sekali dan bisa sekalian reunian sama temen SMA, siapa yang kuasa menolak buat dateng?

Smadabaya proudly presents...
Karena merasa sudah cukup berumur diantara anak-anak ABG SMA dan kekuatan kaki berdiri waktu konser ngga sekuat dulu, maunya beli VIP tapi apa daya sold out pemirsaaaa. Padahal hari itu aku pake sepatu dengan heels kurang lebih 10cm. Okesip! Beauty is pain, right? hahaha
Failed camera adjustment -_-



Adera
Dan ternyataa, suaranya Adera lebih bikin meleleh kalau lihat secara LIVE! Believe me.

Nidji
Nidji
Malam itu, serasa aku jadi anak SMA (lagi). Malam yang bener-bener bikin bahagia tanpa kepikiran UTS, bisa teriak lantang VIVA SMADA, banyaaak ketemu temen lama yang super baik baik. Temen-temen ngerumpi dibawah pohon mangga tiap istirahat, love you gaes (as always). Daaan rasanya pingin mbalik SMA lagi. Tapi, kalau mbalik SMA, kapan ketemu jodohnya #eeh #astaghfirullah #gagalfokus

Anyway, sebelum dateng kesini, aku ada agenda rapat dikampus sampai jam 6. sedangkan aku belum ganti pakaian, siap-siap, dan sederetan tetek bengek yang biasa dilakukan seorang cewek kalau mau ada acara. Belum juga waktu diperjalanan dari rumah yang cukup jauh dari grand city. Tapi, alhamdulillah nyampe TKP pas tepat H-5 menit close gate! Luar biasaaaaa

Malam itu, walaupun diakhiri dengan kaki yang entah ngga bisa dijelasin rasanya gimana, yaa bayangin aja lah yaa heels 10cm berdiri selama kurang lebih 4 jam. Simalakama memang, kalau ngga pake sepatu gituan, aku ngga keliatan panggungnya hahaha

Malam itu, remuknya badan bener-bener terkalahkan sama kebahagiaan dan euforia DAF ini.

Thank you, Adera.
Thank you, Nidji.
Thank you, ArekSMADA
#ProudtobeAREKSMADA
You, guys, made my friday night more than amazing!
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Selasa, 12 Agustus 2014

Jelajah Kota Surabaya (3). Ecowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya bersama HiLo Green Surabaya dan HiLo Green Ambassador

Selamat malam, teman-teman blogger. Jangan bosen baca tulisanku yaa hehe. Kebetulan hari Sabtu, 09 Agustus 2014 kemarin aku ikutan acaranya HiLo Green Community (HGC) cabang Surabaya yang bertajuk "Peduli Mangrove, Peduli Surabaya". Kebetulan aku tahu acara ini karena diajakin temen dan aku langsung bilang 'iya' soalnya mumpung liburan kuliah dan gabut dirumah. Alangkah lebih baik kalau diisi dengan kegiatan positif kayak gini nih.

Sumber: @HiLoSBY
Oh iya, sekedar sharing, temenku yang ngajakin namanya Andina. Hampir mirip lah yaa sama namaku dan uniknya, we are scolioser! Tapi, Andina sudah terdeteksi mengidap skoliosis sejak sekolah dasar sedangkan aku baru sadar waktu SMP. Awal pertemuan kita juga karena kita sama-sama bergabung di grup MSI (Masyarakat Skoliosis Indonesia) dan kemudian persahabatan kita terus berlanjut karena ternyata banyak temen baikku yang ternyata juga temen baiknya Andina. Betapa dunia begitu sempit, kawan.

Andina dan Adina.
Pamer dikit yaa, itu kerudungku hasil desain sendiri haha
Berangkat pagi-pagi dan sempat terjadi kecelakaan. Sekedar cerita bentar yaa, motor depannya Andina ngerem mendadak dan akhirnya terjadi tabrakan. Andina jatuh dari motornya dan aku yang waktu itu tepat berada dibelakang motornya Andina untugnya masih sempat ngerem dengan sangat mendadak. Tapi, Andina tetap semangat buat melanjutkan menuju tempat acara walaupun tangan dan kakinya sedikit beset-beset.

Sampai disana, ternyata aku dan partisipan lain bakal menanam mangrove bukan didaerah tempat wisatanya tetapi agak menjorok kedalem lagi gitu, dan itu bikin aku makin excited hihihi.

Source: @HiLoSBY
Nah, yang berdiri ditengah itulah HiLo Green Ambassador 2013
And we are ready to plant the mangroves. yey!!!!


Sebelum menanam mangrove, kita di briefing gimana cara menanam mangrove yang bener, dijelasin sekilas tentang mangrove, entah itu habitatnya, fungsinya, manfaatnya untuk lingkungan, pengobatan, dll. Positif banget kan acara ini?

Ini sekilas tentang mangrove yang aku tangkep kemarin. Jadi, mangrove itu komunitas tumbuhan yang hidup didaerah pasang surut dan garis pantai. Mangrove ini ada banyak jenisnya loh tapi yang kemarin aku tanem itu jenis bakau (Rhizopora mucronata) yang nanti kalau tumbuh besar bakal gagah banget dan akarnya muncul diatas air. Manfaat hutan mangrove sendiri itu ngga sedikit, kawan. Bisa jadi tempat berlindungnya ikan, bisa jadi tempat persinggahan burung. Kemarin, bapak ahli lingkungan yang menjelaskan bilang gini, "Berdasarkan catatan, hutan mangrove di Wonorejo ini pernah menjadi tempat persinggahan 148 spesies burung dan jumlah itu masih mungkin terus bertambah." Keren ngga? keren banget yaa. Surabaya punya! Dan yang ngga kalah keren, ada bagian tertentu pada mangrove yang bisa bermanfaat untuk alat kontrasepsi, pewarna alami, dan masih banyak lagi manfaat yang lainnya. Subhanallah yaaa

Semoga mangrove yang kita tanem berhasil tumbuh besar yaa. Amin
Selesai menanam mangrove, acara selanjutnya yang ngga kalah asyik adalah menyusuri sungai dengan perahu kecil dan mbersihin sampah. Peduli lingkungan itu ngga boleh jijikan, kalau bukan dari diri sendiri yang memulai, mau nunggu siapa? mau nyalahin pemerintah? Hai, say something is much easier than do something. So, let's take action, guys!

Oh iya, naik perahunya ngga langsung ke TKP buat bersih sampah tapi kita dibawa menyusuri sungai yang cukup panjang sampai menembus laut lepas. Agak takut sih (kapan aku ngga bilang takut ya? lol) tapi serius, ini seru abis.  Selama diperjalanan itu, kita disuguhi pemandangan yang bener-bener bikin terperangah takjub walaupun ada beberapa keadaan juga yang bikin cukup miris sih. Let's photos talk then.

Find me? hehehe
Ini nih salah satu yang bikin aku agak miris.
Air sungainya keruh coklat. Kapan yaa sungai di Indonesia jernih
kayak tanyangan tv yang diluar negeri itu? hehehe
Semoga segera yaa. Amin
Sungai wonorejo dan deretan pohon mangrove.
Greget keindahannya bakal lebih kerasa kalau ngunjungi langung.
Percaya aku deh :)
Like a gate to the sea. Menuju laut lepas. Subhanallah
Sambil merasakan angin yang sepoi-sepoi ternyata aku melihat
sekelompok burung yang sedang singgah dipucuk pohon.
Memang aku kurang beruntung karena ngga bisa dapet momen
ngeliat monyet tapi gapapa lah yaa.



Dirasa cukup mengarungi lautan haha, nahkoda akhirnya memutar balik perahu dan baru deh kita menuju TKP buat bersih-bersih. Terus terang aja, ini pengalamanku pertama kalinya ke Ecowisata mangrove walaupun sebenarnya jarak rumahku cukup dekat. Pengalaman pertama dan langsung terjun menanam mangrove sekaligus bersih-bersih sampah, what a great experience that definitely unforgetable.

Pak Tohir
Sharing sedikit yaaa. Rasanya pantas bapak ini dapet penghargaan. Bapak difoto itu namanya Pak Tohir. Bapak itulah pengemudi perahu yang aku tumpangi. Aku sempet ngobrol beberapa hal karena memang aku agak SKSD kali yaa hehe. Pak Tohir bener-bener baiiikkkk dan tulus banget. Aku sempet mengeluh pusing dan agak mual waktu perahunya berhenti dan goyang-goyang gitu dan Pak Tohir dengan kebaikannya ngasih aku minuman berenergi (en*rg*n). Waktu temen-temen satu perahu ngga ada yang berani turun langsung ke air karena mulai pasang dan takut tenggelam, Pak Tohir dengan ikhlasnya turun dan ngambilin sampah buat diarahin ke perahu dan baru deh kita yang ngangkat sampahnya ke atas perahu dan ditaruh di karung sampah. Salut, pak. Semoga rezekinya Pak Tohir dilancarkan sama Allah yaa. Udah jarang banget menemukan orang seperti beliau.

Source: @HiLoSBY
HiLo green ambassador 2013 ikut berpartisipasi turun langsung ke sungai
Random photo
Bersihin sampah udah selesei, kita kembali ke daratan, cuci tangan dan kaki, dapet makan, sharing sejenak tentang HiLo green community dan HiLo green ambassador dan acarapun diakhiri.

Well, acara ini bener-bener positif dan ngasih aku banyak manfaat. Bener-bener ngga ngerasa rugi ikutan Peduli Mangrove, Peduli Surabaya. Super!


Sepulang dari acara ini, aku sama Andina ngga langsung pulang karena kita mampir ditempat wisata ecowisata Mangrove, Wonorejo, Surabaya. Penasaran sama keadaan didalemnya apalagi kata orang-orang tempat ini sering dijadikan spot untuk pemotretan pre-wedding dan pemotretan yang lain. And, here is the story.

Pembibitan benih mangrove
Diawal, aku mengira kalau tempat wisata ini ada tarifnya tapi ternyata GRATIS! Keren kan? Surabaya punya! hehehe

Tampak depan ecowisata mangrove



Sekarang, jembatan kayunya sudah jauh lebih baik. Beberapa saat yang lalu, aku lihat foto temen-temen yang foto disini, keadaan jembatannya hanya berupa pijakan kayu gitu tanpa ada pegangannya tapi sekarang alhamdulillah pembangunannya makin menuju ke arah yang positif. Alhamdulillah yaaa

Forget your problems and let's jump!
***
Aku kasih ulasan dikit yaa tentang ecowisata mangrove, Wonorejo, Surabaya. Menurutku, tempat ini cukup bagus ditambah lagi ada kemajuan ke arah positif dalam pembangunannya, kemarin juga aku ngelihat beberapa tukang bangunan sedang membangun sesuatu.

Namun sayangnya, jalan menuju tempat ini masih bergeronjal, tempat parkirnya juga masih kurang tanaman jadi bikin pantat waktu perjalanan pulang lumayan kepanasan hahaha. Tapi, aku percaya tempat ini akan jauh lebih baik kedepan. Pembangunan itu kan proses jadi pasti butuh waktu untuk membuat tempat wisata ini menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Selama perjalanan menyusuri jembatan kayu itu, kita ngga cuma jalan gitu aja, karena ada pigora-pigora penjelasan tentang mangrove dan jenis-jenis hewan yang bisa kita temukan didalam area ini.

Last but not least, semoga tempat ecowisata mangrove ini semakin baik kedepannya dan tidak disalahgunakan menjadi tempat pacaran yang "ngga" sehat. Amin

Sekian jelajah kota Surabaya part 3. Sampai jumpa pada jelajah kota Surabaya part 4. Ada ide aku harus kemana? hehehe

Thanks for reading.
Tetap semangat!
Good night ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Senin, 11 Agustus 2014

Jelajah Kota Surabaya (2). Museum Santet (Museum Kesehatan) Surabaya

Selamat malam, teman-teman. Tetap semangat kan? Oh iya, mumpung masih dalam suasana idul fitri, Adina dan keluarga ingin mengucapkan "Selamat hari raya idul fitri 1435 H. Taqobbalallahu minna wa minkum taqobbal ya karim. Minal aidzin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin."

***
Oh iya, sudah membaca postinganku tentang jelajah kota Surabaya (1) di House of Sampoerna? Kalau belum, coba baca disini. Diakhir postingan tersebut, aku sempat berjanji untuk membagi ceritaku ketika berkunjung di museum santet alias museum kesehatan Surabaya. Well, here is the story.


Digerbang depan museum ini memang bertuliskan museum kesehatan, namun tempat ini juga dikenal sebagai museum santet. Kenapa? Karena tempat ini didesain menjadi beberapa sasana, seperti sasana Adhyatma, kencana, kesehatan reproduksi, genetika, kesehatan budaya, medik dan non medik. Dimuseum ini, kita bisa menemukan berbagai alat kesehatan sejak jaman dahulu sampai yang cukup modern. Dimuseum ini juga, kita bisa melihat bukti nyata adanya pengobatan tradisional yang berbau mistis, ada jelangkung, nini towok, benda-benda hasil santet, dan lain sebagainya.

Museum kesehatan sendiri terletak di Jl. Indrapura no. 17. Tarif masuknya benar-benar sangat murah, cuma Rp. 1500. Waktu itu aku kesana cuma berdua sama teman SMP. Bener-bener berniat iseng karena penasaran. Aku tahu tempat ini dari acara "Indigo" di trans tv, sekarang acaranya udah ngga ada sih cuman dulu aku mesti nonton apalagi waktu yang episode di Surabaya dan mengambil tempat di museum ini.

Museum kesehatan sendiri dulunya itu rumah sakit kelamin namun disalahgunakan menjadi rumah sakit aborsi. Tempat aborsi inilah yang biasanya dijadikan shooting acara-acara tv yang berbau ghaib dan cukup menakutkan.

Waktu masuk museum dan udah beli karcis, aku bener-bener takut, rasanya pengen pulang aja tapi temenku bilang "Percuma kalau udah jauh-jauh kesini tapi pulang cuman gara-gara takut." Aku kira pengunjung bakal muter-muter museumnya sambil ditemenin guide gitu (at least, itu bisa ngurangi rasa takutku). Ternyata, kita cuma jalan berdua dan bener-bener ngga ada orang. Oh, noooooo.

Ilustrasi gambar pahlawan-pahlawan yang berjasa
didunia kesehatan pada masanya. Ada Hipocrates, dkk.
Ngga mbayangin kalau dokter zaman sekarang
juga wajib pake pakaian Jawa lengkap gini.
Oh iya, selain itu ada juga foto-foto dokter zaman Hindia-Belanda. Itu juga cukup bikin merinding. Entah memang menakutkan atau aku-nya yang keterlaluan penakut.

Mesin ketik zaman dulu

Peralatan untuk pemberantasan nyamuk malaria.
itu belakangnya ada sepeda kebo,
ada beberapa kendaraan zaman dulu juga.
Barang ini pernah dibahas di acara Kick Andy - Metro tv.
Lihat videonya disini untuk part 1 dan disini untuk part 2.
Kasur zaman dulu buat pasien yang melahirkan
Alat bantu jalan dari berbagai daerah di Indonesia.
Kalau dulu dari kayu, kalau sekarang bahannya udah lebih modern yaa
Koper dokter zaman dulu
Alat untuk pemeriksaan mata zaman dulu
Alat rontgen zaman dulu
Alat-alat kedokteran. Sebagian udah punya lah yaaa hehe
Dental chair jaman dulu. Agak lucu yaa hehe
Ada yang memorable sekali waktu aku nyampe dental chair ini. Dideket kursi dokter gigi ini, ada sebuah lemari yang berisi alat-alat kedokteran gigi zaman dulu, dibelakang lemari tersebut ada sebuah pintu yang terlihat dikunci. Saat aku hendak memotret isi dari lemari tersebut, pintu dibelakangnya tiba-tiba seperti terbanting sangat sangat keras, seperti ada yang mendobrak dari dalam, pintunya pun bergetar beberapa saat, dan ternyata dibagian depan pintunya itu ada kertas menggelantung dan bertuliskan "TEMPAT PENENTUAN UJI NYALI". Aku refleks noleh ke temenku, temenku juga noleh ke aku, kita saling tatap mata. Mungkin kalau aku ngga tau malu, aku udah kencing ditempat (?). Aku langsung refleks lari, tapi temenku bilang "Jangan lari! Ojok wedi-wedi ta makane, malah diwedeni engkok (jangan terlalu penakut, nanti semakin ditakuti)."

Well, akhirnya aku jalan seperti biasa walaupun masih terngiang-ngiang suara dobrakan pintu yang terkunci itu. Aku lihat wajah temenku, rasanya dari wajahnya dia juga terlihat kaget tapi mencoba buat tenang.

Yang gini juga ada di museum ini
Setelah dari alat-alat filter itu, akhirnya tinggal satu bagian lagi yang belum diamati. Yap, bagian pengobatan tradisional yang terkenal cukup nyeremin. Ibarat acara uji nyali, rasanya aku udah mau lambai tangan ke kamera tapi lagi-lagi temenku paling pemberani ini menguatkanku wkwkwkwk

Alat pasung. Liat ini sambil mbayangin gimana
keadaan orang yang memakai pasung ini pada saat itu.
Well, satu-satunya foto yang hasilnya bagus pada bagian kesehatan tradisional cuma itu. Beberapa bagian aku ngga berani liat bahkan aku jalan cepet hehehe. Kayak barang-barang santet, jelangkung, nini towok, dll itu aku cuma liat sekilas dan langsung nunduk liat lantai. Kalau penasaran fotonya, silahkan search aja di google pake keyword "museum santet Surabaya" karena banyak orang yang dengan mental bajanya berani memotret hal-hal seperti itu.

***
Oke, ini ada sedikit ulasan tentang museum santet alias museum kesehatan menurut aku pribadi.

Dari segi edukasi, menurutku sudah cukup baik lah yaa. At least, alat-alat yang ditampilkan itu ada tulisan nama alat dan sedikit penjelasannya. Namun, alangkah lebih baiknya kalau bentuk penjelasan setiap alat itu lebih diperindah lagi sehingga pengunjung yang dateng itu ngga cuma liat nama alat dan lihat barangnya karena males baca penjelasannya yang kurang menarik.

Dari segi lokasi, sebenernya lokasinya cukup strategis menurutku. Museum ini terletak didepan jalan raya yang selalu rame setiap saat. Sebenarnya, aku cukup sering melewati jalan raya didepan museum ini tapi anehnya ngga pernah sadar akan keberadaan museum ini, baru sadar kalau ada tempat ini yaa waktu liat acara Indigo di trans tv beberapa tahun yang lalu.

Oh iya, kalau lihat museum kesehatan ini sebenernya bangunannya bagus karena (menurutku) arsitektur bangunan Belanda itu eksotis tapi dari segi desain interior sama penataan alatnya (menurutku) kurang menarik gitu. Aku mbayangin cat ruangannya ngga putih flat gitu, terus ada hiasan-hiasan yang lucu, mungkin itu juga bisa mengurangi kesan menyeramkan.

Hal terpenting yang bisa aku ambil adalah jangan kesini sendirian atau cuma berdua. Bawalah rombongan sebanyak-banyaknya! Kalau perlu satu kampung gapapa dibawa. Lumayan kan, tempat edukasi yang baik tapi dengan tarif biaya yang sangat hemat.

Museum ini rasa-rasanya seperti sudah dicap sebagai tempat yang menyeramkan karena dari gedungnya saja yang ex tempat rumah sakit aborsi pada zaman dahulu, ditambah lagi beberapa kali digunakan sebagai tempat shooting acara tv yang berbau mistis. Namun, perlu diingat kalau manfaat yang bisa dipetik dari keberadaan museum ini (pastinya) jauh lebih besar.

Kalau mau dapet ilmu yang bermanfaat sambil jalan-jalan dan merasakan sensasi berada ditempat bersejarah tapi ngga punya banyak duit? Museum kesehatan ini bisa jadi solusi, kawan. Tiketnya cuma Rp 1.500!

***
ps: Saat aku googling tentang tempat uji nyali di museum kesehatan ini, memang benar kalau pintu yang terbanting saat aku berkunjung kesana itu dalemnya adalah tempat uji nyali.

Cukup sekian dulu. Sampai jumpa di jelajah kota Surabaya part 3 ditempat yang masih dirahasiakan hehe. Thanks for reading. Have a nice day  ♥♥♥♥♥