Tampilkan postingan dengan label Adina's friends. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adina's friends. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Juni 2017

Your Future Dentist's Photoshoot

Latepost. Ngga sengaja lihat draft blog sekitar 2 tahun yang lalu wkwkwk.

***
Beberapa minggu yang lalu, tepat sepulang selesei UTS hari terakhir, kami sepakat buat refreshing dalam bentuk photoshoot. Selama aku kuliah, aku punya 6 sahabat yang sering kemana-mana bareng tapi jarang banget full team. Thats why momen photoshoot ini jadi momen langka karena kita bisa full team!

H-1 photoshoot, harusnya kita masih sibuk belajar buat nyiapin UTS besok, tapi nyatanya grup line kita heboh banget, ya bayangin aja 7 cewek ribet masalah baju, sepatu, kerudung, asesoris, dan kawan-kawannya itu. Yaa alhasil baca handoutnya 5 menit, nanggepi chat line ngga kerasa udah 15 menit. Gitu terus sampe ternyata udah jam 12 malem hahaha.

Disaat hari H, kita bertujuh terbiasa membahas materi ujian di jam-jam terakhir sebelum dosen masuk ruangan dan ujian dimulai. Tapi, hari itu kita malah mbahas "nanti makeupnya dirumahmu ya lok" "rek, makeupnya jangan lama-lama yaa soalnya studionya jauh dan aku ngebookingnya jam 2" daan lain sebagainya. Selama ujian, raga ada diruangan tapi jiwanya mbayangin photoshoot wkwkwkwk

Well, lets photos talk then ...

Your future dentist







Sesi pertama photoshoot bertemakan jas lab, yaaa mohon doanya ya teman-teman semoga studi kita dilancarkan semuanya dan bisa segera pake jas snelli aaammiinn ya Allah

***










Oh my God, who is this?
Anyway, postingan ini seharusnya aku posting dua tahun yang lalu. Disaat ujian terberat kita adalah ujian UTS dan UAS. Sekarang, dua tahun sudah berlalu, dan kita sudah sibuk dengan dunia profesi sebagai dokter gigi muda. Kita sibuk di stase masing masing, udah jarang ngumpul dan ngerumpi lagi. Yaa memang hidup itu terus muter, jadi selama kalian ada sahabat yang lagi raket-raketnya, manfaatin waktu sebaik mungkin buat bikin memori indah sebanyak mungkin karena pasti ada suatu saat dimana kalian harus berpisah, entah secara pelan-pelan terpisah kayak aku gini (notabenenya satu rumah sakit tapi udah punya urusan masing-masing) atau memang benar-benar harus berpisah karena melanjutkan hidup masing-masing.

Selasa, 17 November 2015

Penyuluhan Anak Jalanan dan Bakti Sosial 2015

Tahun lalu, acara ini juga aku lakukan, baca postingannya disini. Bedanya, tahun lalu aku diposisi staff penyuluhan, tahun ini (alhamdulillah) diberi kepercayaan buat jadi kepala divisi penyuluhan. Penyuluhan anak jalanan ini merupakan salah satu dari 7 proker yang ada di divisi yang aku naungi.
Acara ini sebenernya udah beberapa bulan yang lalu tapi baru sempet ngeshare sekarang. Awal tahun 2015, proker penyuluhan emang numpuk diawal tahun, mulai dari penyuluhan anak jalanan, hari tanpa tembakau sedunia, dan hari anti narkotika internasional.

***
Sempet kebingungan mau dimana penyuluhan ini dilakukan, akhirnya dengan segala pertimbangan dari sekian banyak list tempat perkumpulan dan rumah singgah anjal, kami memutuskan untuk mengadakan penyuluhan di "Kampung Anak Negeri" milik dinas sosial kota Surabaya.


Di UPTD kampung anak negeri ini, anak jalanan dari berbagai tempat dibina disini. Jenjang umurnya mulai SD sampai SMP. Kegiatan mereka disini selain sekolah formal, ada juga pengembangan bakat dan minat, masak-masak, dan ngaji. Positif banget deh jadwal mereka disini, salut sama kampung anak negeri ^^

Di awal acara, kami disambut dengan perwakilan dari dinas sosial kota Surabaya yang mengucapkan terimakasih dan menjelaskan sedikit mengenai struktur dinas sosial dan beberapa UPTD yang dinaungi oleh dinsos kota surabaya.


Setelah itu, acara penyuluhan pun dimulai. Penyuluhan ini tentunya beda dengan penyuluhan yang biasa kami lakukan ke sekolah atau ke mahasiswa. Disini tiap 5 anak dibentuk kelompok kecil dengan satu pendamping kelompok dan 2 anak siswa binaan UK Mapanza Unair dari SPAIN SMKN 10 Surabaya. Selain kami menyuluh adik-adik dari kampung anak negeri, kami juga melatih siswa binaan kami dari SPAIN menjadi mapanza cilik yang langsung terjun ke masyarakat.

Kelompokkuuu
Oh iya, disini aku sempet berbincang sama adek yang namanya ketut, dia bilang selama di UPTD ini, dia mengembangkan minatnya dalam bersepeda dan akhirnya ia menjadi atlet sepeda dan jangan ditanya berapa jumlah pialanya. Hebat bukan? tiap anak itu emang udah dilahirkan dengan passion masing-masing, tinggal ngembangin dan moles aja pasti jadi joss!

***
Dari hasil penyuluhan itu, mayoritas dari mereka (selama dijalanan) pernah ditawari merokok, dan obat-obatan terlarang. That's why mapanza sebagai suatu UKM yang bergerak aktif dalam bidang pencegahan penyalahgunaan NAPZA merasa terpanggil untuk memberikan penyuluhan kepada mereka. Selain penyuluhan yang dilakukan dengan kelompok kecil, ada juga penyuluhan yang mengilustrasikan bahaya rokok bagi tubuh. Ilustrasi tersebut dijelaskan melalui aksi story telling yang aku sendiri ngeliatnya terpanah ulalaaaa

Ditengah aksi story telling itu, salah satu anak mapanza memperagakan rokok yang disulut dan asapnya dimasukkan kedalam suatu botol minum bening yang diibaratkan sebagai tubuh manusia. Setelah asap rokok terakumulasi dalam botol, kapas bersih ditaruh dimulut botol dan ternyata kapas tersebut setelah dilepaskan memberikan flek coklat kehitaman yang menjijikkan. Pesan dari ilustrasi ini adalah bayangkan jika botol bening tersebut itu paru-paru manusia, maka kebayang ngga sih gimana flek tebal yang menempel didalam paru-paru dan menghambat oksigen buat masuk ke tubuh?

Disela-sela acara inti tersebut, kita juga ada agenda buat ice breaking berupa games yang diikuti secara aktif sama adik-adik disana. Diakhir acara juga ada pembagian sedikit bingkisan buat mereka. Seneng deh bisa bareng sama mereka walaupun cuma sehari. Semoga ini bukan akhir pertemuan kita yaa tapi awal silaturahmi kita.







***

Selesei acara dari kampung anak negeri, kami tidak beranjak pulang. Kami menyempatkan untuk menyisihkan sisa dana usaha selama persiapan acara ini untuk dishodaqohkan ke panti asuhan yang berdekatan dengan kampung anak negeri.


Bahagianya hari itu bisa sedikit berbagi dengan sesama. Bangganya punya keluarga kedua kayak mapanza.

Tetap semangat menebar manfaat untuk sesama ^^
Thanks for reading ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Rabu, 08 April 2015

#ExploreJawaTimur Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur

Beberapa saat yang lalu, sepulang dari ngurusi acara fakultas di Probolinggo, kebetulan ada sedikit waktu luang untuk liburan. Ya udah, daripada menyia-nyiakan kesempatan yang ada, akhirnya aku dan temen-temen seperjuangan memutuskan buat ke Gunung Bromo.

Perjalanan dimulai pukul 01.00 dini hari dari rumah teman yang aku tinggali didaerah Probolinggo Kota. Dengan segala persiapan dan perbekalan, kita pun berangkat dengan setengah sadar setengah tidur karena jujur saja aku masih lelah selepas acara kampus yang baru selesei sore hari. Kita berangkat jam segitu untuk mengejar pemandangan sunrise yang yaaa semua orang tau lah yaa gimana indahnya sunrise itu.



Yes! Mission one completed. Alhamdulillah ngga kesiangan buat ngeliat sunrise hehehe. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan ke Kawah Gunung Bromo tapi kita memutuskan ngga naik sampe puncak karena ngga ada yang ngerasa sanggup hehehe, lanjut ke bukit teletubbies, dan terakhir ke pasir berbisik. Let's photos talk then.....

Wajah-wajah gagal naik ke puncak

Bukit teletubies



Padang ilalang
Pasir berbisik
Indahnya Indonesia. Bangga jadi warga negara yang potensi alamnya luar biasa. Tapi, sekarang, tinggal bagaimana kita mengelola potensi yang udah dikasih sama Tuhan biar bisa jadi lebih baik, lebih berkembang, lebih maju, lebih dikenal, dan lebih lebih lain yang positif. Mulailah dari hal kecil, seperti membuang sampah ditempatnya saat berkunjung ditempat wisata. Karena dari perbuatan sederhana itu, kita turut mendukung kebersihan di tempat wisata tersebut.

Thanks for reading
Good night
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Dentistry Charity V (4). Surga Tersembunyi itu Ada di Pulau Bawean


Sebelum membaca bagian ini, alangkah baiknya membaca bagian satu disini, bagian dua disini, dan bagian tiga disini.

***
Pagi hari, H+1 kemerdekaan Indonesia, 18 Agustus 2015
Matahari bersinar cukup terik, kami diangkut secara bergantian dengan pick up menuju desa Gunung Teguh, jarak tempuh saat itu kurang lebih 30 menit tanpa macet, tanpa lampu merah, tanpa polusi, luar biasa hehehe

Kami langsung diturunkan di tempat baksos kedua, Setelah baksos selama satu hari, kami dibagikan tempat tinggal. Disini kami bertemu dengan orang tua angkat baru yang sama-sama  baiknya. Sayangnya, di desa Gunung Teguh ini, kita cuma menginap 2 hari satu malam aja. Hari pertama diisi dengan baksos, dan hari kedua diisi dengan jalan-jalan melepas penat, Alhamdulillah

***
Destinasi wisata yang kami tuju adalah Pantai Gili Timur. Untuk menuju kesana, kita naik kendaraan dulu kurang lebih 1-2 jam, kemudian menyebrang lagi naik perahu kecil kurang lebih 30 menit. And lets this photos talks how beautiful that beach. Anyway, I recommend you to come here for having prewed photo session *lol

Jalan menuju tempat naik perahu kecil
Pantai Gili Timur mulai tampak keindahan dan keperawanan pantainya
Saking jernihnya airnya, terumbu karangnya bisa dilihat dari perahu
Banyak keramba ikan.
Mayoritas nelayan atau pembudidaya ikan kerapu
dan sampai di ekspor ke Jepang

Here it is Pantai Gili Timur Pulau Bawean
Pertama kali liat bintang laut jalan ya di pantai ini.

Ampuni alaynya
***
Malam harinya sepulang dari jalan-jalan melepas penat, kami harus kembali ke Surabaya. Kapal dari pihak TNI menjemput kami di pelabuhan bawean sekitar jam 8 malam dan alhamdulillah kami selamat sehat walafiat tanpa kekurangan satu apapun nyampe Surabaya sekitar jam 7 pagi. Yaa kurang lebih 11 jam perjalanan laut tapi bener-bener ngga kerasa karena tidurku sangat nyenyak hehehe.

Alhamdulillah, bersyukur bisa jadi bagian dari Dentistry Charity V :)


Sekian cerita berantai pengalamanku ikut baksos untuk pertama kalinya keluar pulau yang jaraknya lumayan jauh hehe.
Thanks for reading
Good night
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Dentistry Charity V (3). Memperingati Kemerdekaan RI dengan Cara yang Sederhana tapi Penuh Makna


Selamat malam. *usap sarang laba-laba di blog*. Hampir empat bulan sudah rehat sejenak di blog ini. Mohon maaf kalau ada komentar atau pertanyaan yang belum bisa untuk dijawab *sok sibuk. Empat bulan ini, alhamdulillah diberi Allah kesibukan yang cukup luar biasa jadi harus menyusun skala prioritas sedemikian rupa *halaaa, alesan.

***
Melanjutkan postingan sebelumnya, kalau belum baca silahkan baca bagian yang pertama disini, dan bagian yang kedua disini. Jadi, biar runtut gitu lebih nyambung ngebacanya ^^

***
Hari ke-4 di Desa Kumalasa Pulau Bawean, tanggal menunjukkan angka 17. Yes! That day, we celebrated our independence day, yey! Aku dan semua panitia yang lain terjun ke masyarakat untuk merayakan kemerdekaan Indonesia ini. Walaupun dirayakan di sebuah pulau yang jauh dari hiruk pikuk dan bisingnya perkotaan, kita ngga mau kalah meriah merayakan hari spesial ini.

Acara dimulai dengan jalan sehat dan lomba-lomba yang melibatkan adik-adik dari MI Kumalasa hingga warga disana, mulai dari mbak-mbak, mas-mas, ibu-ibu, bapak-bapak, dan seeemuanyaaa.

Senam Pagi
Jalan Sehat

Setelah jalan sehat selesei, saatnya lomba-lomba kayak jaman aku SD dulu. Mulai dari lomba kelereng, makan kerupuk, masukin bendera, tarik tambang, dan lain-lain. Ada juga lomba bikin tumpeng yang melibatkan ibu-ibu disana. Bahagia banget ngeliat warga Kumalasa antusias. Alhamdulillah



Setelah hampir setengah hari diisi dengan sangat meriah, pengumuman pemenang lomba juga sudah diumumkan. Kita kembali pulang ke rumah masing-masing untuk istirahat sejenak.

Hari itu merupakan hari terakhir kami didesa Kumalasa karena keesokan harinya, kami melanjutkan bakti sosial yang kedua di Desa Gunung Teguh. Oleh karena itu, malam harinya kami diberi semacam pesta malam perpisahan sebagai ucapan terimakasih warga Kumalasa kepada kami.

Sedih sebenernya berpisah sama mereka, apalagi orang tua angkatku disana dan anak-anak disana ramahnya subhanallah. Mereka welcome bangeeettt sama kita, buaaiiikkkk puoool, baiknya bener-bener tulus. Bahkan, hingga saat ini (terhitung sudah hampir satu tahun aku dari sana), mereka masih sering menyapaku lewat media sosial untuk menanyakan kabarku dan kabar teman-teman yang lain.

And here it is, malam perpisahan dengan warga desa Kumalasa



Malam perpisahan ini diadakan di balai desa dan itu full banget banyak banget warga desa yang turut hadir. Di malam perpisahan itu, diumumkan juga yang menang lomba menghias tumpeng dan hasil tumpeng itu kita makan bersama-sama.

Kebersamaan kayak gini ngga bisa dinilai dengan rupiah
Akhirnya, malam itu ditutup dengan sangat indah walaupun ada rasa sedih karena harus berpisah dengan mereka.

Keluarga selama disana. Semoga bisa ketemu lain waktu, aamiinnn
***
Hari kemerdekaan ini mungkin jadi hari kemerdekaan paling berbeda dan paling mengesankan. Selepas aku lulus dari bangku sekolah menengah atas, terus terang saja, saat hari kemerdekaan mungkin aku hanya dirumah menikmati waktu senggang bersama keluarga karena sudah tak ada lagi kewajiban untuk mengikuti upacara bendera. Tetapi, disini, di pulau yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, tak ada gedung pencakar langit, mall tempat shopping, tak ada kemacetan, aku belajar bagaimana mereka memaknai sebuah kemerdekaan. Bagaimana mereka sangat antusias dengan hari kemerdekaan. Harusnya, aku juga seperti mereka setiap tahunnya. Toh hal itu jauh ngga ada apa-apanya jika dibandingkan dengan perjuangan mereka, para pahlawan negara kita, yang dengan jerih payah, tetesan darah, air mata, bahkan nyawa sudah memperjuangkan kemerdekaan negara ini. Jika bukan kita generasi muda yang meneruskan perjuangan mereka, lalu siapa lagi?

To be continued.....
Thanks for reading
Good night
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥